Internalisasikan Nilai Persaingan, KPPU Berikan Kuliah Umum di Universitas Bangka Belitung

Bangka – Komisioner KPPU Tresna P. Soemardi dan Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Batam memberikan pemaparan kepada ratusan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Bangka Belitung (UBB) bertempat di Kampus Universitas Bangka Belitung, Kab Bangka, Jumat (13/3/2018).

Kegiatan dibuka oleh Rektor UBB Muh Yusuf. Dalam sambutannya Yusuf mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KPPU yang telah memilih UBB sebagai lokasi pelaksanaan kuliah umum persaingan usaha kali ini. Menurut Yusuf, keberadaan KPPU sangat dibutuhkan terutama dalam mewujudkan iklim persaingan sehat yang berimplikasi kepada kesejahteraan rakyat. “Semakin banyak kompetitor yang hadir, yang masuk kepasaran itu akan semakin membuat pasar semakin sehat,” tutur Yusuf.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber. Pada sesi yang dimoderatori oleh Rio Armanda Agustian selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FH UBB tersebut, Tresna menjelaskan mengenai tugas, fungsi dan wewenang KPPU yang merupakan lembaga independen yang dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. Ia menjelaskan bahwa tujuan dari UU persaingan usaha ini antara lain untuk mencegah terjadinya praktek monopoli atau persaingan usaha tidak sehat, menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi nasional untuk menigkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjamin kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah, maupun mikro/kecil.

Tresna menuturkan bahwa dalam mewujudkan iklim persaingan usaha yang sehat, KPPU tidak dapat bekerja sendiri, partisipasi masyarakat sangat diperlukan misalnya duta KPPU yang berasal dari kalangan mahasiswa.

“KPPU masuk ke Universitas Bangka Belitung dengan tujuan untuk mendorong para akademisi serta mahasiswa terutama dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi menjadi duta besar KPPU guna menciptakan partisipasi masyarakat yang lebih luas lagi,” ujar pria yang akrab disapa Prof. Tresna tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan KPPU Batam Ahmad Muhari menjelaskan bahwa KPPU telah memberikan kontribusi besar bagi kas negara melalui piutang dari denda atas pelanggaran hukum persaingan usaha. Selain itu, banyaknya perkara yang ditangani membuat KPPU semakin dikenal oleh masyarakat. “Kenapa KPPU itu bisa terkenal, salah satunya adalah penanganan output perkara” ungkapnya.

Para peserta tampak bersemangat mendengarkan pemaparan dari narasumber. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa baik yang memberikan pertanyaan maupun yang menyampaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar yang diduga terkait dengan persaingan usaha.