Tanamkan Nilai Persaingan, KPPU Gelar Kuliah Umum di Uniba

Kuliah Umum Uniba 14 Des 2017 (2)

Batam – “Malam ini kita kedatangan tamu istimewa, Ketua KPPU. Dari 36 perguruan tinggi yang ada di Kepri, Uniba yang dipilih. Ini sebuah kebanggaan bagi kami”, kata Rektor Universitas Batam (Uniba), Novirman Jamarun di sela pembukaan kuliah umum persaingan usaha di hadapan ratusan mahasiswanya, bertempat di Kampus Uniba Kamis malam (14/12/2017).

Pada kegiatan yang dipandu oleh Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Batam Lukman Sungkar tersebut, bertindak selaku narasumber yaitu Dekan Fakultas Ekonomi Uniba Chabullah Wibisono, Ketua KPPU RI M Syarkawi Rauf dan Direktur Penindakan KPPU Gopprera Panggabean.

Dekan Fakultas Ekonomi Uniba Chabullah Wibisono menjelaskan bahwa hukum islam sejalan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat termasuk dalam salah satu perbuatan yang dilarang dalam hukum islam, karena memberikan mudharat bagi orang lain. Di sisi lain, persaingan dalam berbisnis merupakan sarana untuk bisa berprestasi secara fair. Hal ini merupakan salah satu bentuk melakukan perlombaan dalam mencari kebaikan (Fastabiqul Al-khayrat). “Hukum islam itu cocok dengan Pancasila, hukum islam itu cocok dengan Undang-Undang Dasar 1945”, tutur Chabullah.

Ketua KPPU M. Syarkawi Rauf dalam pemaparannya menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW diminta oleh sekelompok orang untuk mematok harga pasar karena terjadinya lonjakan harga, Beliau menolaknya dan menjelaskan bahwa Allah lah yang menetapkan harga, menurunkannya, melapangkan serta meluaskan rizki.

Menurut Syarkawi, dalam ekonomi konvensional, penetapan harga seperti dalam riwayat tersebut diatas dikenal dengan istilah price fixing. Tidak hanya dilarang oleh Rasulullah, Price fixing juga dinilai bertentangan dengan hukum persaingan usaha.

Syarkawi juga menuturkan kepada para mahasiswa, sebagai generasi zaman now, hendaknya mahasiswa tidak lagi bercita-cita untuk menjadi pegawai, namun bercita-cita untuk menjadi seorang wirausahawan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan. “Saya generasi yang lahir di era 70an. Generasi tersebut memang sebagian besar cita-citanya menjadi pegawai. Generasi zaman now tidak lagi bercita-cita untuk menjadi pegawai, tapi bercita-cita untuk menjadi wirausahawan, dapat menciptakan lapangan pekerjaan, dan berkontribusi mendorong tumbuhnya perekonomian nasional”, ujar Syarkawi.

Sementara itu, Direktur Penindakan KPPU Gopprera Panggabean menjelaskan bahwa selama tahun 2017, KPPU telah memberikan kontribusi bagi kas negara melalui piutang dari denda atas pelanggaran hukum persaingan usaha sebesar Rp 109 milyar. Gopprera menuturkan bahwa meskipun memiliki kewenangan yang terbatas, pihaknya selalu berupaya agar para pihak yang telah dijatuhi sanksi denda pada putusan yang berkekuatan hukum tetap untuk dapat menjalankan putusan tersebut. “Meskipun kewenangan sangat terbatas, kita berupaya agar para terlapor membayar kewajibannya”, ujar Gopprera.

Adapun para mahasiswa tampak antusias dalam penyelenggaraan kuliah umum tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya mahasiswa yang aktif baik dalam menyampaikan pertanyaan maupun menyampaikan informasi terkait kondisi yang terjadi di sekitar.