KPD Batam Sidak Importir Daging Beku dan Hypermart Nagoya Hill Batam

Sidak Batam 4 Mei 2017 (1)Batam – KPPU KPD Batam didampingi Perwakilan Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang penyimpanan milik PT Batam Frozen Food, importir daging sapi beku asal Australia yang berlokasi di Nagoya, Kota Batam, Kamis lalu (4/5/2017).

Kepala KPD Batam Lukman Sungkar menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden R.I sebagaimana dibahas pada video conference yang dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayati, yaitu untuk memperketat pengawasan perdagangan atau jalur distribusi komoditas pangan strategis menjelang datangnya bulan puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 1438 H.

Pada sidak di PT Batam Frozen Food, diketahui bahwa harga jual daging sapi beku di distributor tersebut adalah Rp 73.000/Kg. Menurut Lukman harga tersebut sesuai dengan ketentuan pemerintah dimana harga jual daging sapi beku sampai di tangan konsumen paling tinggi adalah Rp 80.000/Kg. “Ini sudah menjadi ketentuan pusat. Harga sudah ditetapkan, dan tidak boleh ada yang melanggar dengan menaikkan harga di pasaran”, jelas Lukman.

Setelah itu, tim sidak menyambangi Hypermart Nagoya Hill Batam. Di Hypermart Nagoya Hill, ditemukan bahwa gula pasir dan daging sapi beku dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, yakni seharga Rp 12.500/Kg untuk gula pasir dan Rp 80.000/Kg untuk daging sapi beku. Sedangkan minyak goreng dijual dengan harga yang bervariasi mulai Rp 11.000/liter hingga Rp 16.000/liter. Lukman menjelaskan bahwa harga minyak goreng tertinggi Rp 11.000/liter yang ditetapkan pemerintah adalah untuk minyak goreng kemasan sederhana. Sedangkan minyak goreng dengan merk dan kualitas premium dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Harga yang bervariasi sesuai dengan kualitas produk menujukkan adanya persaingan antar produsen sehingga konsumen memiliki banyak pilihan.

Lukman juga memberikan peringatan apabila terdapat indikasi penimbunan bahan pokok atau permainan harga, maka KPPU akan mengambil tindakan tegas. “Jika nanti ditemukan adanya permainan harga, permainan pasokan, maka akan diberikan tindakan tegas. Nanti ada sanksinya”, tegas Lukman.