Inflasi Tinggi, KPPU Soroti Bisnis Perikanan Belitung

Sos Perikanan Belitung 9 Mei 2017 (2)Belitung – Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Batam Lukman Sungkar dengan wilayah kerja mencakup Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Provinsi Jambi dan Provinsi Bangka Belitung memberikan arahan kepada para pelaku usaha perikanan di Belitung agar dapat menjalankan bisnisnya dengan menganut prinsip-prinsip persaingan sehat. Hal ini disampaikan pada sosialisasi persaingan usaha dengan tema persaingan sehat dalam usaha perikanan, bertempat di Hotel Golden Tulip Belitng, Selasa pagi (9/5/2017).

Lukman menjelaskan, KPPU menyoroti bisnis perikanan di Belitung sebagai tindak lanjut atas informasi yang diterima dari sejumlah pihak bahwa harga ikan di Belitung sangat mahal jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Hal ini dinilai ironis mengingat Belitung merupakan daerah penghasil ikan. Terlebih lagi ikan merupakan salah satu komoditas penyumbang tingginya inflasi di daerah ini, dimana daerah yang dikenal dengan negeri laskan pelangi tersebut merupakan salah satu daerah dengan inflasi tertinggi di Indonesia.

“Kami dapat informasi bahwa inflasi di Belitung sangat tinggi. Harga ikan sangat mahal, padahal Belitung merupakan daerah penghasil ikan. Kami akan cari tahu penyebabnya”, jelas Lukman.

Pada kegiatan yang juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Belitung tersebut, Lukman menuturkan bahwa KPPU memiliki kewenangan antara lain melakukan penegakan hukum persaingan usaha serta memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan pemerintah terkait persaingan usaha. Dalam menjalankan tugas penegakan hukum, KPPU dapat melakukan penyelidikan, menuntut, mengeluarkan putusan hingga menjatuhkan sanksi terhdap pelak usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Namun Ia juga menyampaikan kepada peserta yang hadir bahwa jika mereka merasa telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum persaingan usaha, tidak perlu merasa khawatir akan ditindak, asalkan segera menghentikan perbuatan anti persaingan tersebut dan menjalankan usaha secara sehat.

“Jika bapak/ ibu merasa salah tidak usah takut, silakan perbaiki perilaku. Sekarang kita ingin perubahan perilaku dulu. Kami tidak mau nantinya berjumpa dengan bapak/ ibu di meja persidangan”, ujar Lukman.

Sementara itu, Plt. Kabid Usaha Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Susanto mengutarakan bahwa pihaknya berharap agar harga ikan di Belitung dapat semakin bersaing dan pelaku usaha perikanan juga semakin berkembang. “Harapannya harga ikan semakin bersaing, pengusaha juga tidak rugi. Karena kita semangatnya mengembangkan pelaku usaha sehingga makin banyak, makin berkembang dan makin bersaing”, tuturnya.