Walikota Jambi Minta KPPU Tangani Masalah Karet

Audiensi Walikota Jambi 26 April 2017Jambi – Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Batam Lukman Sungkar, bersama dengan staf ahli komisi Mohammad Reza, dan beberapa staf meyambangi Rumah Dinas Walikota Jambi Rabu lalu (26/4/2017). Kunjungan tim diterima langsung oleh Walikota Jambi H Syarif Fasha bserta jajaran.

Mengawali pertemuan, Walikota Fasha menuturkan bahwa dirinya sudah tidak asing lagi dengan KPPU karena pernah menjadi pihak yang dipanggil KPPU pada beberapa perkara. “Mungkin bagi walikota atau bupati lain yang tidak punya basic entrepreneur di jasa konstruksi, nama KPPU masih baru bagi mereka. Tapi bagi saya KPPU sudah tidak asing lagi. Saya pernah jadi pasien di KPPU”, tutur Walikota.

Adapun topik hangat yang dibahas pada pertemuan tersebut antara lain mengenai karet. Walikota menyampaikan bahwa harga karet petani yang sangat rendah menjadi polemik berkepanjangan yang belum tuntas hingga sekarang. Sehubungan dengan hal tersebut Ia meminta KPPU agar turun tangan mengatasi permasalahan yang terjadi.

“Dulu harga 1 Kg karet bisa buat beli 3 Kg beras. Sekarang harga 3 Kg karet baru bisa buat beli 1 Kg beras. Harga karet dunia tidak ada perubahan, tapi mengapa harga karet di petani kita anjlok ?. Ternyata ada permainan. Saya setuju KPPU harus turun tangan”, jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Lukman Sungkar menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah menyampaikan permasalahan terkait karet di Jambi dalam rapat koordinasi bersama Komisioner KPPU di Jakarta. Pada rapat koordinasi tersebut, Komisioner KPPU menyetujui agar sektor karet di Jambi dijadikan penelitian inisiatif. “Kemarin saya persentasi di rapat koordinasi bersama komisi di Jakarta, salah satu yang saya persentasikan adalah terkait karet. Kebetulan mereka setuju untuk dilakukan upaya inisiatif”, ujar Lukman.

Walikota Fasha menambahkan bahwa rantai distribusi karet terlalu panjang. Sedikitnya terdapat empat rantai distribusi karet yang berjalan pada saat ini, yakni dari petani, pengepul di tingkat desa, pengepul besar (cukong), kemudian ke pabrik pengolahan. Menurutnya salah satu solusi yang mesti dilakukan untuk mengatasi masalah rendahnya harga karet petani adalah dengan memutus mata rantai distribusi. Guna melakukan hal tersebut, dibutuhkan interfensi pemerintah dan sinergi antar berbagai pihak.