Bincang Santai KPPU KPD Batam dengan Inews TV

IMG20170407104704 - Copy

Batam – Peran aktif masyarakat dibutuhkan dalam menjaga iklim persaingan usaha yang sehat, antara lain dengan menyampaikan informasi kepada KPPU jika ditemukan indikasi terjadinya persaingan usaha sehat. Mencermati hal tersebut, KPPU perlu lebih mendekatkaan diri kepada masyarakat salah satunya melalui publikasi. Pada Jumat pagi (7/4/2017), bertempat di Kantor KPPU KPD Batam, Kepala KPD Batam Lukman Sungkar menjadi narasumber pada acara ”Bincang Santai”, acara Talkshow yang disiarkan oleh INews TV Batam.

Pada acara yang dipandu oleh Sarrah Husein tersebut, Lukman menuturkan bahwa sesuai dengan instruksi Presiden R.I. untuk meningkatkan ketahanan pangan, KPPU saat ini memprioritaskan pengawsan pada sektor pangan. Perilaku kartel yang dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha tertentu selain menyengsarakan masyarakat juga menjadi penyebab tingginya inflasi. ”Kartel itu membuat konsumen tidak punya pilihan, pelaku usaha jadi tidak inovatif. Kartel pernah terjadi pada industri penerbangan dengan kebijakan pemberlakuan tarif batas bawah, saat itu bandara sepi, hanya ada beberapa pemain. Setelah itu dicabut, industri penerbangan berkembang dengan pesat, setiap kota memperbarui bandaranya, dan itu hanya terjadi di Indoneia”, ungkap Lukman.

Lukman menuturkan bahwa sumber perkara KPPU berasal dari dua sumber, yakni dari laporan masyarakat dan dari penelitian inisiatif. Untuk laporan, pihaknya wajib menindaklanjuti setiap laporan masuk untuk selanjutnya dilakukan analisa apakah laporan tersebut merupakan kewenangan KPPU atau tidak. Sedangkan dalam melakukan penelitian inisiatif, akan lebih diprioritaskan terhadap sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak, dimana pada saat ini pihaknya fokus terhadap sektor pangan. ”Setiap laporan masuk wajib ditindaklanjuti. Namun kalau untuk inisiatif, kami mengutamakan sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sesuai instruksi presiden untuk meningkatkan ketahanan pangan, maka sektor pangan diprioritaskan”, ujar Lukman.

Sebagaimana diketahui, ketika memasuki hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri, natal dan Tahun Baru, harga sejumlah kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan. Pada saat tersebut pelaku usaha beralasan bahwa terjadinya kenaikan harga disebabkan oleh mekanisme pasar, yakni tingginya permintaan. Namun perlu dicermati juga bahwa pemerintah sejatinya sudah melakukan upaya antisipasi dengan menyiapkan stok persediaan barang-barang kebutuhan masyarakat sehingga tidak terjadi kelangkaan. Sehubungan dengan hal tersebut, KPPU dapat mengkaji lebih lanjut penyebab terjadinya kenaikan harga tersebut, apakah kenaikan harga disebabkan oleh mekanisme pasar atau terdapat perilaku anti monopoli yang dilakukan oleh pelaku usaha tertentu.

”Menjelang lebaran, tahun baru, itu kesempatan bagi pelaku usaha untuk melakukan kecurangan. Harga barang-barang seperti bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan. KPPU bisa kaji, apakah memang mekanisme pasar atau ada permainan”, tuturnya.