KPPU KPD Batam dan BPK Kepri Sepakat Berantas Penyelewengan Tender

Audiensi BPK 3 Feb 2017

Batam – Kepala KPD Batam Lukman Sungkar beserta rombongan mengunjungi Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau di Jalan Engku Putri Batam Center, Kota Batam, Jumat kemarin (3/2/2017). Kunjungan tim diterima oleh Kepala BPK Perwakilan Kepulauan Riau, Joko Agus Setyono dan jajarannya. Pada pertemuan tersebut Lukman Sungkar menjelaskan bahwa beberapa temuan-temuan BPK dapat ditindaklanjuti oleh KPPU, misalnya ketika ditemukan adanya penyelewengan dalam pengadaan barang/ jasa.

“Biasanya berkaitan dengan KPPU paling banyak adalah kasus tender. Bahkan ada yang sistem arisan”, ujar Lukman.

Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi MoU antara KPPU dengan BPK tentang Kerja Sama Dalam Rangka Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara serta Pencegahan dan Penanganan Perkara Dugaan Praktek Monopoli dan/atau Persaingan Usaha Tidak Sehat, yang ditandatangani oleh Ketua BPK dan Ketua KPPU pada tanggal 24 Mei 2016 lalu.

“MoU ini tujuannya agar tidak ada penyelewengan. Penyedia bisa fair dan masyarakat tidak dirugikan, yang paling penting juga pelayanan publik”, jelas Joko.

Joko menambahkan, BPK merupakan lembaga yang paling depan dalam membuka dokumen-dokumen pertanggung jawaban penggunaan anggaran instansi yang menggunakan APBN. Sehingga jika ditemukan adanya penyelewengan seperti pada pengadaan barang/ jasa, maka dapat diteruskan ke KPPU. Namun pihaknya perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Biro Humas di Pusat. “Itu sudah jadi komitmen kami. Apakah kami langsung bisa memberi temuan ke KPPU atau harus melalui humas pusat, nanti kami akan pelajari dulu”, tutur Joko.

Joko juga berharap agar silaturahmi antara KPPU khususnya KPD Batam dengan BPK Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau tetap terjalin dengan baik. Sehingga menunjang tercapainya iklim persaingan usaha sehat dan pengelolaan keuangan negara yang akuntabel.

“Jika nanti ada yang berkaitan dengan KPPU, nanti akan kami beri tahu. Yang penting silaturahmi terus harus tetap dijaga”, pungkasnya.