Proyek Bernilai 90 Milyar di Jambi Terindikasi Banyak Kecurangan

Forjur 29 Nov 2016 di Jambi

Jambi (29/11/2016) – KPPU mengendus adanya kecurangan pada pelelangan dua proyek besar di wilayah Provinsi Jambi dengan total HPS lebih dari 90 milyar rupiah. Kedua proyek tersebut adalah Pelelangan Pekerjaan Preservasi dan Pelebaran Bts. Prov. Riau – Merlung – Sp. Niam dengan nilai HPS Rp 50.130.450.000,- yang dimenangkan PT Karya Dharma Jambi Persada, dan Pelelangan Pekerjaan Preservasi dan Pelebaran Jalan Arah Muara Tebo / Pattimura (Muara Bungo) – Sei. Bengkal dengan nilai HPS Rp 43.064.280.000,- yang dimenangkan oleh PT Hanro. Hal ini disampaikan oleh Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Batam Lukman Sungkar dalam forum juranlis bertempat di Hotel Evan, Kota Jambi, Selasa kemarin (29/11/2016).

Pada kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah awak media tersebut, Lukman menjelaskan bahwa perkara ini bermula dari penelitian inisiatif yang dilakukan oleh Tim KPPU yang dilanjutkan ke tahap penyelidikan karena ditemukan indikasi dugaan persekongkolan pada pelelangan yang dimaksud baik secara vertikal maupun horizontal. Hal ini dilarang oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, khususnya pada Pasal 22 mengenai Larangan Persekongkolan Tender. Ketika melakukan penyelidikan, Tim menemukan setidaknya dua alat bukti dugaan pelanggaran.

Ia melanjutkan bahwa hasil penyelidikan telah disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Komisi bertempat di Kantor Sekretariat KPPU di Jakarta. Pada rapat tersebut, Komisi menyetujui rekomendasi Tim untuk melanjutkan penyelidikan tersebut ke tahap pemberkasan, untuk selanjutnya dilakukan gelar perkara dan pada akhirnya ditetapkan sebagai Perkara.

“Para terlapor nanti akan diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atas Dugaan Pelanggaran dalam sidang Pemeriksaan Pendahuluan yang akan segera digelar, sehingga diharapkan menghasilkan putusan yang berimbang nantinya”, pungkas Lukman.