KPPU Gelar Seminar Persaingan Usaha

Seminar 7 Okt 2016

Batam – Jumat lalu (7/10/2016), Wakil Ketua KPPU, R Kurnia Sya’ranie, Kepala KPD Batam Lukman Sungkar, dan Direktur Merger, Taufik Ariyanto memberikan pemaparan dalam seminar persaingan usaha dengan tema: ”Peran Pemuda Sebagai Agen Perubahan, Cegah Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat” kepada para dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kepulauan Riau, antara lain Universitas Riau Kepulauan, Universitas Internasional Batam, Universitas Batam, Universitas Putera Batam, dan STIA Ibnu Sina, bertempat di Sahid Hotel Batam Center and Convention.

Mengawali pemaparannya, Wakil Ketua KPPU menghimbau para mahasiswa agar lebih memperhatikan kondisi persaingan usaha khususnya yang terjadi di lingkungan sekitar. Menurutnya perilaku anti persaingan seperti kartel yang dilakukan oleh sekelompok pelaku usaha tertentu sangat merugikan konsumen, karena menyebabkan tingginya harga di pasaran dan menyebabkan tidak adanya inovasi. Namun hal ini seringkali tidak disadari oleh masyarakat karena semua pelaku usaha menawarkan harga yang sama. Padahal harga yang dibayarkan tersebut sesungguhnya jauh melebihi harga kewajaran. “Kartel itu jahat, merugikan masyarakat, tapi itu jarang sekali kita sadari”, ujar wanita yang akrab disapa Bu Nia tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ia meminta para akademisi baik dosen maupun mahasiswa agar bersama-sama berpartisipasi aktif mengamati kondisi di lingkungan sekitar khsusnya yang terkait dengan persaingan usaha tidak sehat. “Kalau ditemukan seperti itu, silakan dilaporkan”, tuturnya. Selain itu, Ia menjelaskan bahwa KPPU juga bertugas dalam mengawasi pelaksanaan kemitraan yang dilakukan oleh perusahaan besar dengan UMKM. “Perusahaan yang dominan tidak boleh berperilaku yang merugikan mitranya yang kecil-kecil. Jadi kalau pelaku usahanya nakal, KPPU diberikan wewenang untuk mencabut izin. Ini bentuk keberpihakan hukum persaingan terhadap yang kecil”, bebernya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala KPD Batam Lukman Sungkar. Ia meminta para mahasiswa agar lebih aktif mengikuti perkembangan dunia usaha, memantau perilaku anti persaingan, serta aktif mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai memberikan keistimewaan terhadap pelaku usaha tertentu. Bagi yang menemukan, diharapkan untuk dapat melaporkannya ke KPPU. Lukman menambahkan bahwa setiap identitas pelapor dirahasiakan sehingga bagi yang ingin melapor tidak perlu khawatir identitasnya akan diketahui oleh pihak lain.

Dalam pemaparan tersebut, Ia juga mengutip pidato bung karno yang berbunyi: Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Ia menjelaskan bahwa sebagai bagian dari pemuda, peran mahasiswa dibutuhkan sebagai agen perubahan bangsa. “Mahasiswa merupakan bagian dari pemuda, peran mahasiswa dibutuhkan sebagai agen perubahan bangsa. Antara lain merubah pola pikir dan perilaku sebagian pelaku usaha yang beranggapan bahwa tanpa berkompetisi akan lebih menguntungkan dan lebih nyaman”, pungkas Lukman.

Sementara Itu, Direktur Merger, Taufik Ariyanto menjelaskan mengenai regulasi merger di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa regulasi merger diperlukan antara lain untuk menjamin bahwa penggabungan usaha akan membawa dampak positif terhadap pasar dan konsumen (dalam bentuk efisiensi dan inovasi). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2010, merger yang berakibat nilai aset atau penjualan perusahaan melebihi jumlah tertentu, wajib diberitahukan secara tertulis kepada KPPU paling lama 30 hari sejak tanggal berlaku efektifnya merger tersebut. Jika terbukti terlambat, maka perusahaan yang merger akan dikenakan denda sebesar satu miliar rupiah untuk setiap hari keterlambatan, dengan denda maksimal sebesar dua puluh lima miliar rupiah. Adapun jumlah tertentu yang dimaksud adalah jika nilai aset perusahaan tersebut minimal sebesar dua triliun lima ratus miliar rupiah, dan/atau nilai penjualan minimal sebesar lima triliun rupiah. “Gak semua wajib lapor, karena ada traceholdnya”, kata Taufik.