KPD Batam Gelar Kuliah Umum di Universitas Batanghari

Kuliah Umum Univ Batanghari 19 okt 2016 (1)

Jambi – Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai persaingan usaha yang sehat bagi kalangan mahasiswa, Komisioner KPPU Munrokhim Misanam, dan Kepala KPPU Kantor Perwakilan Daerah Batam, Lukman Sungkar memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi Universitas Batanghari bertempat di Aula Kampus Universitas Batanghari di Kota Jambi pada Rabu pagi (19/10/2016).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Batanghari, Sugihartono. Pada pembukaannya Sugiharotono mengucapkan terima kasih atas kesediaan KPPU dalam memberikan kuliah umum persaingan usaha bagi mahasiswanya. Ia berharap agar ilmu yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa.

Mengawali pemaparannya, Lukman mengajak para mahasiswa agar memahami ilmu hukum persaingan usaha. “Mahasiswa sebagai agent of change, harus kritis, bukan anarkis, dan juga penting memahami hukum persaingan usaha”, tutur Lukman.

Kepala KPD Batam menjelaskan bahwa KPPU merupakan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Dalam menjalankan tugas dan kewenangannya, KPPU tidak dapat diinterfensi oleh siapapun. “KPPU ini dianggap lembaga yang superbody, karena memiliki kewenangan yang begitu luas. Mulai dari meneliti, menyelidiki, menuntut, bahkan hingga memutus dan menjatuhkan sanksi terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar”, jelas Lukman.

Sementara itu Komisioner KPPU Munrokhim Misanam menuturkan bahwa selama ini masyarakat terutama pelaku usaha seringkali salah kaprah dalam mendefinisikan persaingan sehat. Mereka beranggapan bahwa dengan jumlah pelaku usaha yang banyak dan pelaku usaha tersebut saling membanting harga, maka telah terjadi persaingan yang tidak sehat. Menurut Munrokhim, dari sudut pandang hukum persaingan, kondisi seperti itu justru mencerminkan kondisi persaingan yang sehat.

Munrokhim menegaskan bahwa daya saing pelaku usaha perlu ditingkatkan yaitu degan cara mendorong terciptanya persaingan. “Daya saing bisa terbentuk jika diasah terus menerus dengn bersaing”, kata Munrokhim.

Lebih penting lagi, Ia menuturkan bahwa tidak akan ada pertumbuhan tanpa persaingan. Antara lain karena persaingan mendorong terciptanya inovasi dan efisiensi. Hal ini membuat daya beli masyarakat menjadi semakin tinggi dan menyebabkan produksi nasional semakin bertumbuh.